Senin, 01 September 2008

Warna (colour)

Warna dalam arsitektur dipergunakan untuk menekankan atau memperjelas karakter suatu objek atau memberikan aksen pada bentuk dan bahannya.
Beberapa teori tentang warna yaitu antara lain:

Isaac Newton, menemukan teori mangenai cahaya pembiasan warna malalui prisma, yaitu bahwa apabila seberkas cahaya misalnya cahaya matahari melalui prisma akan terurai menjadi spektrum cahaya yang menghasilkan panjang gelombang masing-masing yang akan sampai ke mata atau sebuah bidang. Adapun cahaya yang diciptekan berupa yang seperti kita kenal sekarang yaitu pelangi yang terdiri atas 7 (tujuh) warna, yaitu :

1. merah
2. jingga
3. kuning
4. biru
5. nila
6. ungu
7. hijau

Le Blond, meneliti bahwa penelitian Isaac Newton mengenai warna pelangi dapat disederhanakan menjadi 3 (tiga) warna saja yaitu : merah, kuning, biru, yang dikenal sebagai warna dasar.

Brewster, seorang sarjana kebangsaan Inggris yang menyelidiki warna atas dasar fisik dan pigmen warna.

- Fisik : keadaan warna itu sendiri, seperti merah, kuning, biru.
- Pigmen : melalui Prisma.

Albert Munsell, meneliti tidak hanya keadaan warna, tetapi juga efek warna (Fisik dan Psychio). Menyelidiki 3 warna dasar (merah, kuning, biru). Albert Munsell juga menggolongkan warna atas dasar :

- Hue : kualitas warna atau intensitas panjang gelombang.
- Value : gejala cahaya dari warna yang menyebabkan pancaran warna
dalam perbandingan hitam dan putih.
- Chrome : penyimpangan terhadap warna putih dan kejenuhan warna.

Prang, menyatakan bahwa secara psikologis warna dibagi 3 dimensi :

- Hue : berkaitan dengan temperamen panas - dinginnya warna.
- Value : berkaitan dengan gelap – terangnya warna.
- Intensity : kekuatan pencahayaan warna.

Prang menggolongkan warna dalam beberapa kelas :
1. Primary (utama) : adalah warna utama atau warna dasar, seperti merah,
kuning, dan biru.
2. Binary (sekunder) : adalah warna yang terjadi dari percampuran 2 warna
Primary,misalnya : merah + kuning = orange
biru + merah = violet
kuning + biru = hijau
3. Intermediary (warna utama) : adalah percampuran warna antara primary dan binary.
4. Tertiary : adalah percampuran warna dari 2 binary.
5. Quarternary : adalah percampuran warna dari 2 tertiary.



Selain itu kita juga menegnal adanya percampuran antara warna murni dengan warna kutub yang disebut dengan :

- Tint : warna murni dicampur dengan hitam sehingga terjadi warna muda.
- Shade : warna murni dicampur dengan hitam sehingga terjadi warna tua.
- Tone : warna murni dicampur dengan warna abu-abu (percampuran putih
dan hitam) sehingga terjadi warna tanggung.

Warna tint, shade, dan tone ini disebut warna-warni pastel.

Komposisi warna atau susunan warna dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang umum dikenal adalah yang berdasarkan pada tiga warna dasar/pokok, akan tetapi ada juga yang berdasarkan empat warna dasar/pokok. Selain itu, verdasarkan warna dasar tersebut komposisi warna juga dapat bersifat sebagai berikut :

a. Keselarasan yang Berhubungan
Artinya warna – warna harmonis yang diambil dari warna yang berhubungan, yaitu :

1) Monochromatic (satu warna) yaitu bilamana dipergunakan hanya satu warna sebagai dasar komposisi yang menghasilkan nada-nada warna, bayangan, dan variasai dari warna-warna tersebut.
2) Analogus (berurut), yaitu bilamana mempergunakan dua warna yang letaknya di dalam lingkaran warna yang berurut dan sama sifatnya (misalkan sama-sama bersifat sejuk).
b. Keselarasan yang Tidak Berhubungan
Artinya warna-warna tampak selaras/harmonis dan warna-warna tersebut adalah
sederajat antara lain :

1) Komplementer, yaitu jika yang dipergunakan warna dasar adalah dua warna dasar adalah dua warna yang berhadapan posisinya dengan warna primary yang sifatnya berlawanan :
Bilamana kedua warna tersebut berhadapan langsung disebut Direct Complementary.
Sedangkan bila letaknya membentuk sudut maka disebut Split Complementary.
2) Polychromatic
Yaitu komposisi yang mempergunakan lebih banyak warna dari apa yang disebut diatas. Biasanya kesan dari komposisi ini sangat ramai. Selain memperhatikan sifat-sifat dari komposisi/susunan warna tadi ada beberapa prinsip pada penyusunan warna yang harus diperhatikan, yaitu :

- Harmoni : suatu keselarasan warna yang monochromatic yang
diciptakan di sekitar hue
- Kontras : mempunyai susunan warna dari variasai value dan
intensity tertentu.
- Aksen : warna akan merupakan variasai susunan warna yang
ada

Tidak ada komentar: